Jan 7, 2009

CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai-bagai macam benda-benda abstrak:ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA.Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu."KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA. Lalu apa jawab KEKAYAAN, "Aduh! Maaf, CINTA!" kata KEKAYAAN."Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA.CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.”KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak CINTA.Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira kerana ia menemukanperahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA.

Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.Tak lama lewatlah KECANTIKAN."KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA.Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisamembawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." Sahut KECANTIKAN. CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak.

Apa esalahanku, mengapa semua orang melupakan aku ?Saat itu ewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA membelas. "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CINTA. Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...", kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.CINTA putus asa...Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatkan.

Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!"CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu."Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA dalam kehairanan."Sebab...kata orang itu, "
hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu..."

2 comments:

Nana Eddy said...

sebab???

Uruchimaru @ kf said...

cinta tidak perlukan sebab ia akan hadir dan pergi begitu saja..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

SILAP MATA :)